bc

MARRIAGE

book_age16+
4
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
contract marriage
love after marriage
fated
arranged marriage
CEO
drama
bxg
campus
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Apa jadinya jika Rania Larasati dijodohkan dengan seorang workaholic.

Apakah laki-laki itu akan menerimanya sebagai istrinya?

Bagaimana kehidupan pernikahan mereka nanti?

Hari yang di tunggu - tunggu akhir nya datang. Suasana pernikahan yang di lakukan outdoor itu menarik banyak perhatian dari tamu undangan.

Gilang memakai tuxedo berwarna silver dan tataan rambut terbelah tengah dengan warna hitam pekat itu menjadi berkali kali lebih tampan.

Dekorasi berwarna serba putih itu membuat halaman rumah yang tidak terlalu luas itu sangat indah. Alunan musik instrumental mengiringi upacara sakral itu.

Setelah menunggu 2 menit di atas altar sendiri, akhir nya ia tiba. Seorang wanita manis yang akan menjadi istri nya beberapa menit lagi. Dengan menggunakan gaun yang senada dengannya.

Mereka berdiri berdampingan saling memegang tangan dan mengucapkan janji suci.

chap-preview
Pratinjau gratis
MARRIAGE
Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang. Suasana pernikahan yang dilakukan outdoor itu menarik banyak perhatian dari tamu undangan. Resepsi akan diadakan pukul 9 namun menginjak pukul 8 hampir setengah tamu undangan sudah hadir. Gilang dibantu oleh mamanya dan adik manisnya, Dea bersiap. Memakai tuxedo berwarna silver dan tataan rambut terbelah tengah dengan warna hitam pekat itu menjadi berkali kali lebih tampan. "Uwaaa Kak Gilang sangat tampan! Adek yakin, nanti Rania pasti bakal terpesona liat Kakak!" Dea bertepuk tangan dan melompat kegirangan. "Mama tidak menyangka ini" Mama tersenyum lalu memeluk Gilang sekilas. "Maafkan mama ya sayang, karena kau harus menikah dengan perjodohan" Bisik mama. "Tak apa ma, Gilang mengerti" Balasnya dengan usapan lembut di punggung Mama. Ceklek "Astaga anak siapa ini?" Papa datang lalu mengusap bagian belakang rambut anak sulungnya itu. "Papa bahagia?" "Tentu, oh ya.. turun lah sekarang, kata pendeta lebih baik lakukan sekarang" Gilang mengangguk dan mereka semua turun bersama. Dekorasi berwarna serba putih itu membuat halaman rumah yang tidak terlalu luas itu sangat indah. Alunan musik instrumental mengiringi upacara sakral itu. Setelah menunggu 2 menit di atas altar sendiri, akhirnya ia tiba. Seorang wanita manis yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi. Dengan menggunakan gaun yang senada dengannya. Mereka berdiri berdampingan lalu ketika pendeta menyuruh mereka berhadapan, dengan sedikit kaku Rania melakukannya. Berbeda dengan Gilang yang seakan tidak terbebani. Saling memegang tangan dan mengucapkan janji suci. "Kalian resmi menjadi pasangan suami istri" Tepukan tangan meriah menjadi pengiring keduanya saling mencium satu sama lain. Bak pasangan yang sangat serasi. Masih dalam satu hari pernikahan mereka. Keduanya duduk di kursi panjang yang tersedia khusus untuk mereka. Tidak ada yang berbicara hingga teman Gilang datang dengan heboh. "Selamat Gilang!!" "Kak Gilang?" "Rania?" Ia adalah Azka Ramadhan. Anak dari pamannya. Ia dan Gilang selalu bermain bersama saat kecil dulunya. Namun mulai renggang saat Gilang memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. "Jadi.. yang nikah sama Gilang.. itu kamu?" "I-iya Kak. Kakak sendiri kenal sama K-kak Gilang?" Tanya ragu Rania diakhir. "Pasti kenal lah. Gilang itu anak dari adeknya Ayah Kakak. Jadi bisa dibilang kami sepupu, ya nggak Lang?" "Hm" Gilang menanggapi dengan deheman dan Rania menganggukan kepalanya. "Hai" Sapa seseorang yang kemudian dirangkul oleh Azka. "Dava!?" "Selamat Gilang! Akuu kira kamu akan selamanya menjadi badboy di kampus" Dava Akbar. Teman pertama Gilang ketika ia menjadi murid baru di universitas luar negeri. Gilang masih tidak menyangka kalau Dava jauh jauh dari luar negeri demi menghadiri pernikahannya. *** Dea asik dengan hewan peliharaan yang menjadi hadiah dari Gilang kala Kakaknya itu datang dari luar negeri. Kucing berwarna putih s**u dan kini berusia 4 bulan. Memiliki kalung nama berukirkan 'snowy'. "Snowy, kau akan tinggal bersamaku atau sama Kak Gilang?" "Meow! Meow!" "Jika kamu ingin tinggal sama Kak Gilang maka aku akan sendirian" "Meow! Meow!" "Aish, aku tak mauuuu" Rengeknya lalu mengerutkan bibir kesal. "Hei?" "Astaga" Dea yang tengah duduk di salah satu kursi tamu dengan memangku mocchi spontan berteriak. Ia menolehkan kepalanya ke arah kanan. Di sana ada seorang pria berpakaian silver. Ia kenal pria itu. "Kak Tama?" "Apa yang kau lakukan?" "Um.. berbicara dengan Snowy" "Curhat?" Dea mengangguk. "Tentang apa?" Dea menunjuk Gilang dan Rania yang masih berada di altar dengan Azka dan Dava. "Kenapa mereka?" Dea melengkungkan bibirnya ke bawah menciptakan senyuman kecil di wajah Tama. "Kau iri pada mereka?" Dea menggeleng. "Kau.. ingin kesana?" Dea kembali menggeleng. "Lalu apa?" Dea berbicara dengan suara kecil, "Gak mau ditinggal Kak Gilang" Tama bahkan harus menciptakan gelombang lebih untuk mendengar itu. Kemudian ia terkekeh tanpa suara. "Memang Kakakmu akan pergi?" "Kemarin Kak Gilang bilang, kalau setelah menikah dia akan tinggal di rumah yang terpisah dari mama dan Papa" "Lalu? Kamu tidak bertanya apakah kamu bisa ikut tinggal dengan mereka atau tidak?" "Jawabannya pasti tidak" Dea menunduk memainkan Snowy yang menikmati elusan dari tangan lembutnya. "Hey, jangan bersedih. Bisa saja kamu diperbolehkan ikut tinggal bersama mereka?" "Emang bisa?" "Mungkin saja. Coba kamu tanyakan pada Kakakmu jika kamu ingin berhasil..." "Apa?" "Gunakan senyum manis kamu untuk membujuk Kakakmu itu" Dea memandang ragu Tama dan di balas anggukan yakin dari orang yang lebih tua darinya itu. "Akan aku coba" Setelah menerima senyuman dari Tama, ia bangkit dan mencoba berbicara pada Gilang. Perginya Azka dan Dava dari altar meninggalkan kesunyian dari pasangan yang baru menikah beberapa jam itu. Hingga yang lebih tua lebih dulu bersuara. "Kau sudah mengemasi barangmu?" Tanya Gilang tanpa melihat Rania. "Sudah" "Setelah hari ini, kita akan tinggal di rumahku. Dan mulai besok, lakukan tugasmu yang seharusnya" "I-iya Kak" "Aku akan menunjukkan kamarmu saat sudah sampai disana" Rania berfikir sesuatu, "Kita tidak sekamar Kak?" Gilang dengan cepat memandang Rania dengan dingin dan datar. Kemudian ketika istrinya itu mengangguk ia kembali melihat ke arah sekitar. "Kak Gilang! Ran-eh? Kak Rania!" Dea datang dengan ceria dan menyapa mereka. Ia sedikit salah menyebut Rania. Karena bagaimanapun Rania sudah menikah dengan Kakaknya. Secara tidak langsung ia harus menambahkan kata 'Kak' ketika menyebut nama Rania. "Ada apa Dea?" "Em.. Kak Gilang.. boleh kah em.. Aku tinggal bersama kakak?" "Tentu boleh, kan Kak?" Rania refleks menerimanya. Tidak ada pilihan lain. Melihat bahagianya Dea ketika Rania mengizinkan membuatnya juga mengizinkannya. "Yes! Aku akan bersiap sekarang" Dea meninggalkan mereka berdua. *** "Jadilah pria yang dewasa. Papa tau, pemikiranmu sudah matang. Dan kau sangat bisa membedakan apa itu kebaikan dan keburukan" Wejangan dari papa. "Bahagiakan dirimu lalu bahagiakan dia. Yang terpenting adalah bagaimana kau menyikapinya. Jadilah seorang suami yang baik" mama juga memberikan wejangan pada putra pertamanya itu. "kau kini sudah sepenuhnya menjadi istri dari suamimu. Astaga, papa tidak percaya kau akan menikah secepat ini" papa memberikan kata kata pada Rania yang sudah menangis. "Jadilah istri yang baik Rania. Kini kehidupanmu sepenuhnya ada pada suamimu. Berikan ia kebahagiaan yang tidak ada duanya" Wejangan dari mama untuk anak bungsunya itu. Beberapa kata lain juga ada dari Dea, Tama, Azka, Dava dan beberapa tamu yang hadir. Gilang dan Rania menaiki mobil menuju mansion yang akan mereka berdua tempati. Untuk Dea, mama mengatakan agar anak itu datang keesokan paginya saja agar tidak menganggu malam pertama pengantin itu. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.1K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
18.5K
bc

Kali kedua

read
222.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.3K
bc

TERNODA

read
203.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook