“Astaga! Kamu kenapa, Sayang?” Farel langsung heboh, panik, khawatir ... pokoknya semua bercampur aduk. “Nggak kenapa-kenapa, cuman sedikit pusing,” jawabnya mencoba bersikap biasa saja. Ia tak ingin Farel khawatir. Farel langsung menggendong Andine. “Nggak kenapa-kenapa, katamu? Justru yang terjadi dan ku dapati malah sebaliknya.” Segera ia bawa Andine ke kamar dengan langkah cepat. Sampai di sana ia baringkan tubuh sang istri di kasur. “Apa yang kamu rasain? Jujur, bilang sama aku.” Andine malah tersenyum melihat raut cemas Farel yang menurutnya terlalu overdose. Tak bisakah suaminya itu bersikap santai? “Kamu seperti ini, pasti karena ada sesuatu. Tapi malah menaggapinya dengan tenang. Maaf, aku tak setenang itu jika sesuatu yang buruk sedang kamu rasakan dan alami, Andine.” A

