Seperti perkataannya tadi pagi, saat jam menunjukkan pukul 4 sore, ia sudah kembali ke rumah. "Andine di mana?" tanya Farel pada salah satu asisten rumah tangga saat kakinya menginjak ruang tengah. "Nona ada di kamar, Tuan," jawabnya. Segera berlanjut menuju kamar. Tapi saat sampai, ia justru tak mendapati wanitanya itu. Tiba-tiba pendengarannya tertuju ke arah kamar mandi. Saat yakin kalau Andine yang ada di sana, ia tak memanggil. Tapi justru kini malah mengarah ke tempat tidur, kemudian menghempaskan badannya di sana. Asli, ini rasanya tulang belulangnya seakan remuk. Matanya juga mengantuk, efek semalam kurang tiudr. Bahkan sepatu masih melekat di kakinya. Perlahan, mungkin hanya selang beberapa menit, iapun sukses memasuki alam mimpi. Andine yang baru saja selesai mandi, bahk

