BAB : 29

1303 Kata

Benar sekali apa yang dipikirkannya sebelumnya, adanya Andine di sampingnya seharian di kantor malah membuatnya semakin tak fokus. Bagaimana tidak, matanya terus saja tak bisa lepas dari wanita itu. Padahal Andine tak mengganggunya, hanya saja ia yang merasa seolah diganggu. Lebih tepatnya hatinya yang merasa diganggu. "Akhirnya," leganya sambil menutup laptop dan menyenderkan punggungnya di kursi. "Udah selesai?" tanya Andine yang dari tadi hanya duduk di sofa sambil membaca buku ataupun majalah. Sesekali ia menghampiri sang suami hanya sekadar untuk memberikan semangat. Anehnya suaminya itu malah heboh sendiri saat ia berikan perhatian. Farel berajak dari kursinya, menghampiri Andine yang duduk di sofa. "Maaf, ya ... kamu pasti merasa bosan di sini seharian," ujar Farel. Andine meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN