Apalagi yang paling membuat Farel bahagia kalau bukan melihat senyuman Andine. Bahkan dunianya seolah dibuat terhenti. Begitupun sebaliknya yang terjadi jika andine sedih, ia pun lebih merasakan itu. "Aku membuatmu sakit," ucap Andine pada Farel. "Jangan bicara seperti itu." "Maaf, ya ... harusnya aku memberikan kebahagiaan untukmu, tapi malah sebaliknya. Aku terus saja jadi ..." "Cukup ini yang terakhir kamu mengatakan itu. Aku tak ingin mendengarnya lagi," timpal Farel. "Bagiku, kamu adalah kebahagiaanku. Ku harapkan hal yang sama darimu." Andine mengangguk. Kini ia yakin dengan perasaannya yang akan memilih Farel untuk menetap di dalam hatinya. Dari awalpun memang seperti itu, hanya saja ia tak yakin dengan keadaan. "Jangan memikirkan apapun lagi, karena aku akan selalu ada untu

