Ya, kali ini Farel tumbang. Pikiran dan fisiknya seakan diajak untuk bekerja keras, hingga akhirnya sampai di titik di mana dirinya tak sanggup. Selang infus sebagai asupan makanan kini menancap di lengannya. Farel kini dijaga oleh Rayn, sedang Melda ... ia kini berada di ruang perawatan Andine. Ia menunggu dokter yang tengah memeriksa kondisi gadis itu. Tak lama menunggu, pintu dibuka dari arah dalam. "Gimana, dokter?" tanyanya langsung. Dokter mengumbar senyum. "Pasien sudah sadar," jawabnya. Senyuman langsung mengembang di bibir Melda mendapatkan jawaban itu. ya, jawaban yang ia yakini akan membuat Farel merasakan hal yang sama dengan dirinya. "Maaf, kalau boleh tau, siapa Farel?" tanya dokter lagi. "Farel calon suaminya." "Dia terus memanggil nama itu." Bagaimana tidak, saat

