Mobil yang ditumpangi Farel berhenti di depan sebuah rumah bercat putih. Sederhana, bahkan jauh dari kata mewah. Itulah yang terlihat dari bentukan bangunan itu. Turun dari mobil, Farel melangkah menuju pintu masuk rumah. Bahkan tanpa mengetuk pun, ia masuk menyelonong begitu saja. “Fa-Farel,” ujar seseorang yang kaget melihat kedatangannya secara tiba-tiba. Farel tersenyum sinis di sudut bibirnya. “Kenapa? Anda kaget melihat saya ada di sini ... apa, ya?” Farel berdecak, kemudian berdiri sambil bersidekap d**a. “Saya bingung harus menggunakan panggilan apa pada Anda. Hanya nama, mama mertua, atau penjahat!” Bisa menebak, kan, siapa orang yang ditemui dan berhadapan dengan Farel saat ini? Yap, Elina. “Apa maksud kamu mengatakan saya seburuk itu? Memang, Andine sudah saya lepaskan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


