"Bukankah itu sama seperti yang Hendra lakukan pada tanteku? Bukankah dengan seperti ini, maka semuanya baru akan impas?" ucap Edwin. "Bisa-bisanya kamu-" "Kenapa? Menurutmu aku harus diam begitu saja melihat penderitaan tanteku selama bertahun-tahun? Nggak, Cal. Tante Anggun itu sangat berarti untukku. Jasa dia di hidupku sangat besar. Aku nggak akan maafin siapapun yang udah nyakitin Tante Anggun. Aku pasti akan membalaskan semua dendamnya," potong Edwin. Calista terdiam untuk beberapa saat. Apakah benar Edwin sejahat ini? Pria yang ia cintai, ternyata punya niat sebusuk ini di belakangnya? "Sakit? Itu lah yang dirasakan tanteku dulu, saat dengan mudahnya papa kamu menghianatinya," ujar Edwin. Calista menggeleng. Sebuah pemikiran terlintas di benaknya. Apakah mungkin... "Apakah kam

