Terdengar suara keras seperti benda besar yang terjatuh, sebelum Calista merasakan sebuah tangan merengkuh tubuhnya, memeluknya dengan sangat erat dan membawanya berguling-guling memasuki sebuah kawasan hutan kecil yang jalannya memang cukup menurun. Calista hanya terus menangis tanpa memperdulikan siapa orang yang memeluknya itu. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah keselamatan Edwin. Mampukah laki-laki itu bertahan hidup sampai polisi menolongnya? "Calista, dengar! Ini aku. Percayalah semua akan baik-baik saja," ucap seseorang yang memeluk Calista. Bukannya tenang, Calista malah semakin histeris dibuatnya. Apanya yang baik-baik saja? Saat ini belahan jiwanya berada dalam ancaman besar. Bagaimana bisa Calista tidak khawatir? Setelah memastikan kalau mereka saat ini sudah berada cu

