Black Rose - 40

1587 Kata

Calista terlalu lama merenung, hingga seseorang duduk di sampingnya. "Ngapain sih bengong aja?" Calista menatap malas sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Kenny? Ada banyak hal yang rasanya ingin Calista ungkapkan pada Kenny. Hanya saja, rasanya tidak enak jika ia memberi tahu Kenny tentang kecurigaan ayah dan kekasihnya terhadap Gana. "Ditanyain malah bengong lagi," tegur Kenny. "Ken, mungkin nggak sih kalau yang neror aku selama ini itu orang terdekatku? Maksudku, dia kayak punya akses besar banget buat tahu segala macam tentangku," ujar Calista. "Loh, bukannya Awan-Awan itu ya yang sempat kamu curigai? Itu salah? Ada orang lain? Siapa? Orang terdekat? Maksudnya Om Hendra? Atau Edwin?" berondong Kenny. Calista menghela napas panjang. Ia ingin sekali menceritakan masalahnya pada s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN