Calista duduk termenung di kantin, menunggu Kenny membawakan makanan untuknya. Suasana hatinya sedang benar-benar buruk. Bukan soal orang-orang suruhan ayahnya yang berkeliaran di sekitar kampusnya saja, tapi juga karena kabar dari Edwin kalau ia nanti tidak bisa menjemput Calista. "Bakso bakso..." teriak Kenny sembari menghampiri Calista kemudian meletakkan seporsi bakso dan es jeruk di hadapan Calista. "Thanks, Ken," ungkap Calista. Setelah itu, keduanya pun memulai kegiatan makan siang mereka. "Ingat nggak, Cal. Kita harus ke toko buku buat beli bahan makalah. Dan hanya tinggal tiga hari lagi sebelum makalah itu dikumpulkan," ucap Kenny yang membuat Calista membulatkan matanya. "Lah iya... berarti habis ini aja kita ke toko buku gimana?" ajak Calista. "Boleh. Toh Pak Budiman nan

