"Kamu mau kan, bawa bekal buatanku ke kantor?" tanya Calista setelah ia berada di dalam mobil laki-laki itu. Edwin melirik lunch bag Calista yang ada di jok belakang. "Aku akan membawanya. Sekarang makanlah sandwithmu!" ujar Edwin dengan suara dingin. Laki-laki itu mulai menyalakan mesin mobilnya. Lalu ia mengendarainya santai menuju kampus Calista. "Kamu buru-buru, ya, sampai tidak sempat sarapan di rumah?" tanya Calista. "Aku memang jarang sarapan makanan berat," jawab Edwin. Calista mengangguk-anggukkan kepalanya. Sikap Edwin masih sangat dingin terhadap Calista. Tapi, dengan tidak adanya penolakan dari laki-laki itu pun Calista sudah sangat bersyukur. "Kamu nanti bisa menjemputku setelah pulang kuliah? Aku akan pulang pukul empat," tanya Calista lagi. Edwin tak langsung menjawa

