Calista menatap tajam dan penuh selidik kekasih yang saat ini berada tepat di hadapannya. Apa yang Edwin inginkan sekarang? "Memangnya kamu mau ngapain di rumah Kenny? Sesuatu yang penting?" selidik Edwin. Calista menggeleng kecil, "aku cuma mau main ke rumah temanku. Di mana salahnya?" "Main? Memang kamu nggak ada tugas?" tanya Edwin. Calista terdiam sebentar, "bisa aku kerjakan nanti malam. Nggak banyak, kok," jawab Calista. Kini, giliran Edwin yang tutup mulut. Ia melewati meja, kemudian duduk di seberang Calista. Namun, tatapan matanya masih menyorot ke arah gadis berusia dua puluh tahun itu. "Di rumah Kenny mau ngapain?" tanya Edwin dengan nada dingin. "Mak.. mak.. maksud kamu? Ya main lah," jawab Calista gelagapan. Perasaannya mulai tidak enak. "Ada Gana juga di sana?" Cali

