Black Rose - 48

1788 Kata

Menurut Calista dan Kenny, tempat paling aman dan nyaman untuk membicarakan masalah hubungan Calista dengan Gana adalah perpustakaan fakultas. Mereka memilih tempat yang paling pojok, jauh dari pengawas. Duduk berhadapan di dekat jendela kaca yang tak bisa dibuka. "Jadi siapa dulu nih yang mulai?" tawar Kenny. "Ladies first," ucap Calista mempersilakan dirinya sendiri. Kenny mengangguk. Ia juga tidak masalah kalau Calista duluan yang mulai. Toh inti pembicaraan mereka kali ini memiliki arah yang sama. "Kamu tadi bilang, Kak Gana suka aku? Kamu bisa nyimpulin seperti itu karena apa?" tanya Calista to the point. "Lah kan emang iya. Kamu nggak nyadar? Selama ini dia perlakuin kamu spesial. Bahkan sejak kita kecil, dia pasti lebih prioritasin kamu dari pada aku, adiknya sendiri," terang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN