Black Rose - 47

1785 Kata

Pagi ini, Calista ke kampus dengan diantar sopirnya. Tentunya juga dengan pengawalan ketat atas perintah Edwin. Pagi ini, Edwin memang sedang tidak bisa mengantar Calista karena laki-laki itu bangun kesiangan, sementara akan ada rapat pukul setengah sembilan. Calista melipat tangannya sembari menatap ke luar jendela. Sejak di mobil, entah sudah berapa kali ia menghela napas. "Nona Calista baik-baik saja?" tanya sopirnya. Lamunan Calista buyar. Ia menatap sopirnya yang duduk di bangku depan itu. "Saya baik-baik saja kok, Pak. Cuma agak bosan," jawab Calista seadanya. Meski sebenarnya, bukan hanya itu alasannya. Ia mulai memikirkan sikap Edwin. Perasaan, tadi malam laki-laki itu sudah banyak tidur. Kenapa masih kesiangan? Dan lagi, jika memang ia tidak bisa menjemput Calista, kenapa t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN