Calista melirik jam dinding yang ada di ruang tamu kekasihnya. Sudah jam tujuh malam. Hampir dua puluh menit Edwin tidur di pahanya. Dan tentu saja, kaki Calista mulai terasa kesemutan karenanya. Calista berencana mengatakan pada pria itu agar menurunkan kepalanya dari pahanya. Tapi, ketika Calista hendak menyentuh wajah Edwin, kekasihnya itu tampak menyeritkan alisnya. Edwin memejamkan mata terlalu kuat. Dan alisnya nyaris bertautan. Calista juga sadar, napas laki-laki itu mulai tidak normal. Apakah Edwin sedang bermimpi buruk? "Ed, bangun, Ed!" ujar Calista sembari menepuk pipi kekasihnya. Kepala Edwin bergerak gelisah. Semakin menunjukkan jika ia tengah bermimpi yang sangat buruk. Bahkan di keningnya mulai muncul keringat dingin. Semenakutkan itukah mimpinya? "Edwin, bangun! Hey!

