Calista hanya diam saat mengetahui Edwin membawanya ke rumah laki-laki itu. Ia tidak berani banyak protes, khawatir Edwin akan marah padanya. "Masuk!" ujar Edwin sembari menunggu Calista di samping mobilnya. Calista pun segera menghampiri Edwin dan berjalan bersama laki-laki itu memasuki rumahnya. Rumah itu tampak lengang, seperti biasa. Tak banyak orang yang bekerja di sana. Meskipun ada, mereka jarang menampakkan diri mereka di hadapan Edwin. "Edwin, boleh aku lihat luka kamu?" tanya Calista memberanikan diri. "Luka? Ini tidak apa-apa. Duduklah! Aku akan meminta pelayan membawakan minuman dan camilan untukmu," tolak Edwin, dan malah mengalihkan pembicaraan. Tapi, dari nada suara laki-laki itu, Calista dapat menyimpulkan bahwa Edwin tidak sedang marah padanya. Ya. Bagaimana pun ju

