Langkah Calista membawa gadis itu berkeliling menyusuri jalanan yang cukup sepi. Hingga entah dorongan dari mana, Calista berhenti di depan sebuah rumah. Ia melihat gerbang rumah itu terbuka. Dan entah kenapa ia seperti terseret untuk masuk kedalam pekarangan rumah itu. Ternyata, pintu utama rumah bercat putih itu pun juga terbuka. "Ini rumah siapa?" bingung Calista sembari melangkah lebih jauh. Ia tidak tahu ke mana perginya sopan santunnya. Ia benar-benar memasukki rumah itu tanpa permisi. Hingga ia menemukan sepasang kekasih di sofa. Duduk membelakangi arah kedatangan Calista. Tampak si gadis menyandarkan kepalanya ke bahu sang kekasih. Perlahan, Calista juga dapat mendengar isakkan seorang gadis. Apakah gadis di depannya itu yang sedang menangis? Calista melangkah ragu. Mulutnya

