Setelah dirasa lebih tenang, Mia memilih duduk di tepian ranjang sambil menyentuh lembut wajah Rafka dengan tangannya, lalu Mia pun berkata, "Sayang. Kamu baik-baik saja? Kamu masih mengenaliku? Aku Mia. Aku ada di sini untuk kamu." Anak kecil itu tidak mengatakan sepatah kata pun, tetapi bulu matanya bergerak beberapa kali, hingga akhirnya dia pun memberiakan respon. Mia menahan kecemasan, ia mengulurkan tangan, lalu kembali membawa Rafka ke atas pangkuannya dan kembali bicara. "Ada apa denganmu, Nak? Beritahu Tante!" Perlahan Rafka membuka mata, menatap wajah Mia dengan berkaca-kaca dan sedikit merah. Mia tahu saat ini Rafka sedang sedih. Dia melihat air mata anak kecil itu sudah menggenang, membuat Mia tidak tega melihatnya, lalu memeluk dia dengan sangat erat seraya bertanya, "Kena

