Seketika suasana hati Daniel berubah tajam. Celine yang baru saja datang tanpa menyadari raut wajahnya, langsung melangkah masuk, lalu menyapa ramah tanpa mengurangi rasa hormat. "Selamat siang, Tuan Daniel. Saya Manager Kreatif Celine." Tanpa merubah posisi duduknya Daniel pun menjawab, "Halo, Manager Celine." Dengan keringat dingin Celine memandang Daniel bagaikan melihat seorang petinggi negara seperti Presiden dan kemudian ia pun kembali bertanya. "Tuan muda, mengapa Anda tidak memberitahukan sebelumnya tentang kunjungan hari ini? Saya bisa mengatur jadwalnya kalau saya tahu dari awal." Celine bicara seraya mendudukan diri di single sofa, sedangkan Dimas bersama beberapa orang berdiri di sampingnya. Daniel tersenyum acuh tak acuh dan berkata, "Saya kebetulan lewat, dan kebetulan say

