Salah satu di antara orang itu seperti ada yang familiar di mata Natasya. Orang yang Natasya lihat, menoleh ke arah Natasya. Ah! Sial—batin Natasya. Kenapa dia semakin ke sini semakin banyak menemukan orang-orang ya? Mungkin kalau saja dia gemuk, mata cowok-cowok itu tidak akan ada yang mau melirik Natasya. Bodoamat. Pikir Natasya, orang itu melemparkan bola kepada Natasya, Natasya dengan sigap menangkap bola tersebut. Natasya melemparnya dengan jarak yang cukup jauh masuk ke dalam ring basket. 1 poin, Natasya berhasil memasukkan bola ke dalam ring. "Hebat ya," ujar salah satu di antara mereka. Rama datang dengan kaki yang masih dibalut oleh perban. Dia menarik tangan Natasya. "Kamu aku cari-cari di sini ternyata, kenapa enggak bilang kalau mau pergi?" tanya Rama. "Eh ada cowoknya? Eh

