"Capeekk!!" rengek Natasya. Tubuhnya berkeringat dan bajunya sudah sangat basah karena keringatnya, sudah hampir empat jam mereka berdua bermain basket. "Idih, itu lemak biar goyang." Fatah melemparkan bola basket lagi kepada Natasya, untung saja gadis itu sigap menangkapnya lalu kembali melemparkan kepada Fatah. Natasya sudah tidak sanggup lagi. "Udah, sumpah. Gue enggak kuat. Kek mau mati, dahlah mati aja. Capek jadi orang gendut." Natasya membaringkan tubuhnya di lapangan. Dia menikmati pemandangan awan senja yang berwarna jingga dengan indahnya. "Nat, Donat! Heh Ndut! Ayo main lagi." Fatah mendribble lagi bola basketnya, tapi Natasya malah memilih menutup matanya menikmati terik matahari senja menghangatkan wajahnya. Pipinya sudah sangat panas karena permainan basket bersama Fatah.

