Rama baru saja memenangkan dirinya, dia sudah lelah berjalan. Dia tidak membawa uang. "Gue telfon Natasya dulu deh," ujarnya lalu membuka handphonenya dan mencari nama Natasya di sana. “Halo, Natasya gue ad—” 'Ini siapa ya? Gue Bryan pacarnya Natasya.' Rama terdiam. Apa? Pacar katanya? Sejak kapan Natasya memiliki pacar? Setahu Rama Natasya hanya mencintai dirinya, Rama menggeleng. “Di mana Natasya?” 'Dia ada nih, lagi tidur.' Bryan tertawa. Dia sesekali nge-prank orang-orang yang menelfon di nomor Natasya, dan kebanyakan yang menelfon adalah cowok. Dia menggeleng, Natasya memang incaran setiap cowok dengan body yang dia punya, wajah yang masuk dalam kriteria 'cantik' memang sudah tidak diragukan jika dia menjadi salah satu orang yang didambakan. Di sisi lain, Rama mematikan telfon

