bc

Dilamar Ananknya,Dinikahi Ayahnya

book_age16+
detail_authorizedDIIZINKAN
5.7K
IKUTI
22.1K
BACA
love-triangle
arranged marriage
scandal
like
intro-logo
Uraian

Angkasa, pria dewasa berusia empat puluh delapan tahun, saat ini tengah dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit. Bari; anak sulungnya tengah kritis di rumah sakit, padahal satu minggu lagi akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih hatinya.

Bari meminta ayahnya untuk menggantikan posisinya sebagai suami Rumi, karena pemuda itu tahu usianya sudah tidak lama lagi.

Angkasa pun terpaksa menuruti kemauan Bari. Ia memutuskan pertunangan dengan Lana; pacar sekaligus calon istri yang akan ia nikahi, setelah ia menikahkan Bari. Namun takdir Tuhan sudah menetapkan bahwa Angkasa pun menikahi Rumi di rumah sakit, disaat Bari hampir meregang nyawa.

Putusan sah terucap dari bibir seorang ustadz yang menikahkan Angkasa dan juga Rumi, saat ijab kabul itu selesai diucapkan Angkasa. Sebuah mukjizat pun terjadi, Bari melewati masa kritisnya dan bisa kembali ke ruang perawatan.

Angkasa dan Rumi kebingungan. Mereka sudah sah menjadi suami istri, tetapi Bari malah sembuh dari sakitnya. Bari berusaha merebut Rumi dari papanya dengan berbagai cara. Angkasa memahami obsesi sang Putra maupun Rumi yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.

Pria dewasa itu menawarkan perjanjian, bahwa Bari tidak boleh menganggu pernikahannya dengan Rumi sampai tiga bulan lamanya. Sebagai imbalannya Angkasa berjanji akan mengembalikan Rumi pada anaknya.

Namun dalam perjalanan waktu tiga bulan bersama mengarungi bahtera rumah tangga, benih cinta tumbuh di hati seorang Angkasa, begitu juga sebaliknya, tanpa keduanya sadari.

Diakhir cerita, sebuah rahasia kelam Bari terungkap, bahwa pemuda itu ternyata telah menghamili kakak dari Rumi yang bernama Tiara.

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1
Bab 1 Permintaan Bari “Bagaimana, Pa? Papa mau, kan? Bari tidak akan bisa menikahi Rumi.” “Bari, kamu jangan berkata yang tidak-tidak. Kenapa kamu tidak bisa menikahi Rumi? Kalian saling mencintai dan berpacaran sejak SMA. Sekarang, hanya karena kamu sakit, kamu menyerah. Papa tidak mau kamu seperti ini. Papa akan bayar dokter terbaik untuk menyembuhkanmu. Percayalah, umur, jodoh, rejeki, itu sudah diatur oleh Tuhan.” Angkasa mengusap sayang rambut anak sulungnya yang terbaring lemah, karena sakit kelenjar getah bening yang cukup parah. Air mata pun menetes di kedua pipi Bari. Wajah pemuda berusia dua puluh lima tahun itu sangat pucat dan nampak tak berdaya. Tubuhnya sangat lemas walau sudah ratusan obat masuk ke dalam tenggorokannya. Tidak mungkin Bari bisa menikahi Rumi, umurnya tidak akan lama lagi dan ia tahu hal itu. “Pa, maafin Bari. Rumi saya rusak. Saya berdosa, Pa. Tolong jangan buat saya semakin berdosa dengan meninggalkannya begitu saja tanpa ada yang mau bertanggung jawab. Bagaimana jika nanti dia hamil? Bagaimana jika tidak ada yang mau dengannya? Pa, Bari mohon,” suara Bari kian serak dan terengah. Melihat anaknya semakin payah, Angkasa menekan tombol yang ada di sisi kanan tempat tidur. Wajahnya mendadak sangat khawatir dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Ingin sekali pria dewasa berusia empat puluh lima tahun itu menangis melihat keadaan Bari yang semakin payah, tetapi ia harus terlihat kuat, agar Bari tidak semakin down. Dua orang perawat pun datang dan memeriksa keadaan Bari. Salah seorang dari mereka secepat kilat memasang selang oksigen pada hidung Bari karena tiba-tiba saja ia sesak napas. Padahal sejak tiga hari dirawat, ia tidak mengalami sesak napas sama sekali. “Kami akan panggilkan dokter segera. Tunggu ya, Pak?” kata salah seorang perawat pada Angkasa. “Pa, tolong. Nikahi Rumi,” suara Bari semakin pelan saja. Bintang pun membuang pandangan, untuk menyembunyikan air matanya yang jatuh. Pria dewasa itu meremas rambutnya dengan sangat kuat, karena diminta untuk memilih satu pilihan yang sangat berat untuknya. “Sampaikan maaf Bari pada Tante Lana,” kata Bari lagi sambil meneteskan air mata. “Tolong kabulkan permintaan terakhir Bari, Pa,” ujar Bari sekali lagi dengan napas masih terengah-engah. Angkasa yang menunduk karena ingin menyembunyikan air matanya, dengan sangat terpaksa mengangguk.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.4K
bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook