
Angkasa, pria dewasa berusia empat puluh delapan tahun, saat ini tengah dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit. Bari; anak sulungnya tengah kritis di rumah sakit, padahal satu minggu lagi akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih hatinya.
Bari meminta ayahnya untuk menggantikan posisinya sebagai suami Rumi, karena pemuda itu tahu usianya sudah tidak lama lagi.
Angkasa pun terpaksa menuruti kemauan Bari. Ia memutuskan pertunangan dengan Lana; pacar sekaligus calon istri yang akan ia nikahi, setelah ia menikahkan Bari. Namun takdir Tuhan sudah menetapkan bahwa Angkasa pun menikahi Rumi di rumah sakit, disaat Bari hampir meregang nyawa.
Putusan sah terucap dari bibir seorang ustadz yang menikahkan Angkasa dan juga Rumi, saat ijab kabul itu selesai diucapkan Angkasa. Sebuah mukjizat pun terjadi, Bari melewati masa kritisnya dan bisa kembali ke ruang perawatan.
Angkasa dan Rumi kebingungan. Mereka sudah sah menjadi suami istri, tetapi Bari malah sembuh dari sakitnya. Bari berusaha merebut Rumi dari papanya dengan berbagai cara. Angkasa memahami obsesi sang Putra maupun Rumi yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.
Pria dewasa itu menawarkan perjanjian, bahwa Bari tidak boleh menganggu pernikahannya dengan Rumi sampai tiga bulan lamanya. Sebagai imbalannya Angkasa berjanji akan mengembalikan Rumi pada anaknya.
Namun dalam perjalanan waktu tiga bulan bersama mengarungi bahtera rumah tangga, benih cinta tumbuh di hati seorang Angkasa, begitu juga sebaliknya, tanpa keduanya sadari.
Diakhir cerita, sebuah rahasia kelam Bari terungkap, bahwa pemuda itu ternyata telah menghamili kakak dari Rumi yang bernama Tiara.

