Chapter 40

1061 Kata

Bab 43 Bagaikan Singa Betina yang Lapar Angkasa dan Rumi kembali ke penginapan sore hari. Mereka membawa oleh-oleh untuk Tiara yang sepertinya masih nyaman di dalam kamarnya. “Sebaiknya kita mandi dulu, baru antarkan ini untuk Mbak Tiara. Kita habis bepergian dari luar, kasian nanti yang sedang hamil,” kata Angkasa mengingatkan. Rumi mengangguk setuju. Angkasa membuka pintu kamar menggunakan kartu, lalu mendorong daun pintu agar terbuka lebar. Rumi masuk sambil membawa dua paper bag dan satu plastik makanan untuk Tiara. Rumi meletakkannya di atas nakas. “Apa mau mandi bersama?” tanya Angkasa pada istrinya. Sontak Rumi kembali merona, lalu menggeleng pelan. Angkasa tertawa kecil, memaklumi perasaan Rumi yang terlihat masih sangat canggung. “Yakin? Pahalanya lebih besar mandi berjamaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN