Bab 46 Ruang ICU “Aku rasa, aku tidak tuli mendengar geraman Mas Bari di telepon tadi. Cepat katakan, siapa yang mau Mas Bari habisi? Ya Tuhan, aku tidak percaya ini! Mas Bari yang begitu aku hormati, bahkan sampai saat ini masih aku sayangi adalah penjahat.” Rumi sangat syok dengan pendengarannya. Niat ke kantor Bari untuk meluruskan masalah mereka dan menyelesaikan semua hubungan yang masih saja mengganjal ternyata membawanya melihat sosok lain Bari yang begitu mengerikan. “K-kamu salah d-dengar, Rumi, m-me—” Bep! Bep! Rumi menarik napas lalu mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya. Matanya membulat sempurna saat melihat nama Tiara yang ada di layar ponsel. “Halo, Mbak. Assalamu’alaikum.” “Maaf, saya Bu Luh Sekar tetangga dari Mbak Tiara. Mbak Tiara masuk rumah sakit. Tolong Mbak

