Chapter 14

1145 Kata

Bab 16 Angkasa Merajuk “Rumi, kembali ke kamar!” suara berat penuh penekanan milik Angkasa, seketika itu membuat Rumi gemetar dan seketika pucat. Rumi berjalan dengan sedikit terhuyung sambil memegang secangkir teh yang diminta Angkasa tadi. “Bari, Papa rasa kita harus bicara.” Angkasa tidak ingin melihat wajah putranya. Ia berjalan ke belakang rumah, tempat kolam renang berukuran sedang berada. Angkasa duduk di pinggir kolam dengan tatapan lurus. Bari menyusulnya dari belakang dengan perasaan yang resah. Ia mengira hanya ingin menggoda Rumi, tetapi kenapa malah mencium bibir pacarnya yang kini sudah menjadi ibu sambungnya? Bari berdiri di dekat papanya sambil menunduk. “Maksudmu apa mencium istri Papa? Kamu ingin jadi pebinor? Papa orang tuamu, Bari. Jangan pernah kamu menjadi durh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN