Bab 27 Kemarahan Bari “Kenapa sarapannya belum juga diambil ya? Ini sudah jam sebelas siang,” gumam petugas resepsionis pada temannya. “Ada apa, Mbak Ela?” “Itu, lihat! Tamu kamar 20 sarapannya belum diambil juga, padahal udah dua kali saya ketuk pintunya. Masa tidur lama sekali.” “Bukan tidur kali, bisa aja pingsan.” Wanita yang bernama Ela tiba-tiba saja melotot dan seketika ingat pesan temannya yang subuh tadi mengatakan bahwa tamu di kamar 20 sedang sakit. “Ya ampun! Iya saya baru ingat! Pak! Pak Yudi! Bantu saya sini!” teriak wanita yang bernama Ela pada satpam penginapan yang sedang berjaga di depan pintu masuk. Lelaki tinggi tegap dan berkulit gelap itu berlari menghampiri Ela. “Ada apa, Mbak?” tanyanya. “Ikut saya! Tamu kamar 20 takutnya pingsan.” Ela menggenggam kunci cada

