Bab 29 Cinta Terkadang Kejam Dua hari berlalu dan kondisi kesehatan Rumi kian baik. Kakinya yang keseleo juga sudah membaik walau untuk berjalan masih sedikit pincang. Kini Rumi tengah berada di dalam taksi online bersama Ela yang akan menunjukkanya rumah kos. Wanita itu sangat baik karena mau membantu Rumi yang tengah dalam keadaan sulit. “Nah, ini dia.” Ela tersenyum pada Rumi sambil menunjuk gerbang tinggi berwarna biru yang ada di samping kiri mereka. Rumi tersenyum mengangguk, lalu mengeluarkan uang dari dompetnya. “Biar saya saja, Mbak,” kata Ela mendorong tangan Rumi yang akan membayar ongkos taksi. “Gak papa, saya saja,” balas Rumi sungkan. “Simpan saja uangnya untuk bekal Mbak dan dedek bayinya selama belum mendapat pekerjaan di sini,” kata Ela lagi dengan senyuman hangatnya

