Chapter 36.

1552 Kata

Semalaman Namira tidak bisa tidur. Matanya menatap langit- langit kamarnya. Dia terus saja memikirkan lamaran Teguh. Jujur saja Namira merasa sangat senang karena hubungannya dengan Teguh bisa menuju ke pelaminan. Tapi, entah kenapa di dalam hati kecilnya, Namira merasakan sesuatu yang membuatnya ragu. Perasaan itu tidak bisa Namira hindari. "Aku senang bisa menikah dengan Mas Teguh, tapi, kenapa tiba-tiba aku sedikit ragu? Ada apa ini?" Namira bergumam sendiri. Tak tahu pasti apa yang tiba-tiba membuatnya meragukan Pria itu. Hingga subuh menjelang, Namira masih juga belum bisa memejamkan matanya. "Huaa ... Huaa..." tangisan Kiara kini membuyarkan lamunan Namira. Seketika gadis itu bangun. Duduk di atas ranjang dan mengangkat tubuh Kiara. "Cup sayang, jangan nangis, ya." tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN