Wajah Teguh terlihat khawatir saat mendapat kabar dari Namira kalau Ibunya sedang sakit. Berkali-kali Teguh melirik jam tangan yang melingkar di lengannya. Berharap jarum jam itu bergerak lebih cepat lagi. Namun, waktu terasa sangat lama. Hingga Teguh harus lebih bersabar lagi. Sedari tadi Syarif yang satu ruangan dengannya pun memerhatikan Teguh yang terlihat gelisah sedari tadi. "Apa ada masalah, Pak Teguh?" tanya Syarif. "Ibu sedang sakit di rumah," jawabnya dengan nada khawatir. "Apa perlu di bawa ke rumah sakit?" tanya Syarif dengan hati-hati. "Belum tahu, saya masih nunggu kabar lagi dari orang rumah," Syarif manggut- manggut. "Semoga Ibu Arini lekas sembuh." "Aamiin." Lima belas menit berlalu. Akhirnya jam istirahat tiba. Teguh bergegas keluar dari ruangan tempat

