Naira mendorong pintu ruangan dan masuk secara tiba-tiba membuat pria yang sedang bekerja di dalam terkejut menatap kearahnya. "Bu, Bapak tidak ingin di ganggu." Pria itu menatap sekretarisnya yang ikut masuk ke dalam menahan Naira. "Biarkan dia masuk, pergilah." ucap pria yang tengah duduk di meja kerjanya. Naira langsung melangkah dan duduk di sofa di depan meja kerja pria tersebut. "Ada apa sayang? Kenapa wajah kamu terlihat kesal sekali." Naira menghembuskan napasnya kasar melirik kekasihnya. "Aku benar-benar marah, kamu tahu pria bernama Ben yang aku bilang kemarin? Dia sudah ada disini bersama Narendra! Demi Tuhan pria itu benar-benar membuatku kesal!" umpat Naira sembari meremas tangannya marah. Pria di hadapannya tersenyum lalu menggeleng pelan. "Jadi kenapa kamu kesini?

