Bab 20 : Asisten Cadangan

1030 Kata

Pagi ini, hanya dengan bermodalkan sikat gigi dan cuci muka, aku sudah ke dapur untuk mengeksekusi beberapa jenis bahan makanan menggunakan tutorial yang kemarin sempat aku tonton. Sekarang pun, aku tetap harus mempelajarinya dengan membawa ponsel di saku, sementara earphone tersambung ke telinga agar bisa mendengarkan interaksi dengan baik. Jika begini, aku mudah menyelesaikan membuat sarapan. Namun, aku sedang asyik-asyiknya menunggu kuah ayam berkurang sembari memotong sayuran ketika suara teriakan keras mengisi dapur. Dari Vania. Ia datang bersama mamanya. Kami saling bertukar pandang sebentar, sebelum Adelia memutusnya dengan membuka kulkas. Aku awalnya berniat bodo amat, tetapi mendengar bahwa Adelia ingin membuatkan sarapan untuk Revan, tanganku yang memegang pisau langsung luru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN