Sudah empat hari sejak apa yang aku dengar di ruang tamu itu terjadi. Aku dan Revan semakin jarang pulang, karena pekerjaan semakin menyibukkan pria ini. Setiap pagi, kami akan pulang sebentar sekadar untuk mandi dan berganti pakaian, padahal kupikir ... Revan hanya ingin berkumpul dengan keluarga kecilnya. Sekali lagi membuatku iba pada pria itu. Lihat bagaimana perhatiannya yang secara penuh diberikan pada Adelia dan Vania, tetapi .... Aku hanya bisa memalingkan wajah ketika melihat kedekatan mereka. Meluruskan langkah keluar rumah, menuju mobil Revan di halaman sana. Aku bisa sarapan kapan pun, nantinya. Maka dari itu, aku enggan mengganggu Revan bersama keluarganya. Namun, sekali lagi. Aku sungguh menyayangkan Adelia, jika ... yang pikiran negatif di kepalaku ini sungguhan terjadi.

