Senja sudah meredup sepenuhnya ketika teriakan Mama membuat kakiku menginjak rem secara mendadak. "Sudah latihannya. Ayo, sudah malam." Aku mengangguk antusias. Lebih dulu keluar dari mobil, sementara pelatihku—supir pribadi Mama—membawa mobil ini ke garasi. Aku menghampiri Mama, dan berjalan beriringan dengannya. "Udah bisa kemudiin sendiri?" tanya Mama, ketika ia merangkulku. "Udah lumayan, Ma. Cuman perlu pembiasaan aja." "Tumben, kamu mendadak pengen belajar naik mobil. Bukannya tiap ke kantor, kamu selalu sama Revan?" "Iya, kalau berangkat, Ma. Cuman untuk pulang, aku biasanya harus nunggu dia dulu. Lebih sering pulang pagi, cuman buat sekadar mandi sama ganti baju." "Apa masalahnya? Di sana, terakhir kali Mama bicara sama dia, di ruangannya ada tempat tidur, 'kan? Kalau k

