45 "Itu rambut kenapa?" tanya Husni seusai tertawa. "Aku jadi korban malpraktek," jawab Heru sambil menyugar rambut. "Adiknya Santi kan mau praktek salon, aku dimintanya jadi model. Mau nggak mau diturutin daripada dia manyun seharian," sambungnya seraya tersenyum lebar. "Aku tuh milih warna ungu, tapi kata Yana, rambut asliku bukan hitam, cokelat tua gitu. Jadi hasilnya gini, merah kayak api," imbuhnya yang kembali membuat tawa kami meledak. "Tapi kayaknya Akang cocok rambut warna itu. Jadi kayak kompeni," sela Arman yang seketika dikejar oleh Heru, kemudian ditinju satu kali pada lengan. "Udah, jangan berantem. Yok, kita naik dan mulai bekerja," ajakku setelah tawa menghilang. "Aku juga?" tanya Heru. "Iya, jadi asistenku bareng Arman. Makanya kuminta pakai kemeja dan celana ka

