49 Trrraaakkk! Pintu berhasil dicongkel dan didorong, tetapi ternyata menabrak benda yang sepertinya memang sengaja diletakkan di tempat itu agar tidak ada yang bisa memasuki ruangan dari arah luar. Suara itu sangat mengejutkan. Kami berdiam diri dan menajamkan pendengaran untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar suara itu kecuali kami. "Kalian kayaknya nggak bisa lewat," ujar Husni. "Biar aku duluan yang masuk, karena badanku paling kurus," sambungnya sambil membuka jaket dan memberikan benda itu pada Heru. Aku menelan ludah saat melihat Husni berusaha memasuki ruangan dari celah pintu yang sempit. Akan tetapi, ternyata dia berhasil dan kini tengah berusaha menggeser benda yang menghalangi pintu. "Nggak bisa lebih gede lagi ini," tukas Husni. "Segitu cukup, Kang. Aku sam

