68 "Oh, jadi gitu ceritanya," tukas Mas Fahri sambil manggut-manggut, sesaat setelah Early menceritakan semuanya di hadapan kami bertiga. "Pantesan Eric ngebet banget ikutan taraweh di sini, tahun-tahun lalu mana pernah. Puasa pun jarang," timpal Kak Eza, kemudian dia tertawa kecil sambil merangkul pundak Early. "Adek bungsu bentar lagi dilamar orang deh," sambungnya seusai tertawa. "Nggak mau nikah muda, Aa' dulu yang nikah. Terus aku ikut ke Sydney, sama-sama ngelanjutin kuliah S2," sahut Early sembari menyandar ke pundak Kak Eza. "Aa' juga masih belum diizinin Papi buat nikah sekarang-sekarang. Minimal umur dua puluh enam kata Papi baru boleh nikah. Dua tahun ini fokus kerja dan bisnis aja. Jadi kuliah itu hasil jerih payah sendiri," ujarku. "Aku juga gitu deh." Early berpindah

