Peringatan! Konten dewasa! *** Kurasakan udara panas berembus lembut di tengkukku. Kupastikan, pasti bibir Rama sedang menciuminya. "Rama, kamu sudah bangun?" gumamku malas. "Maaf. Kamu jadi bangun. Habisnya kamu kelihatan cantik banget. Bikin aku nggak tahan pengen nyentuh!" bisik Rama lembut tapi menggoda. "Duh, kamu udah bikin aku berapa kali mandi sejak tadi pagi?" protesku sambil berbalik menghadapnya. "Kamu nggak lapar? Kita udah ketinggalan sarapan, loh!" Tadi pagi, aku sudah berpakaian dan bersiap untuk turun dan sarapan. Namun, bukannya bergegas ke area banquet, Rama justru memilihku sebagai menu sarapannya. Alhasil, kami berujung melakukannya lagi. Dia membuatku kelelahan dengan membiarkanku meraih puncak berkali-kali sehingga aku pun tertidur lagi tanpa sarapan. "Aku udah

