Note: Hi, maaf! Lagi-lagi chapter ini mengandung adegan dewasa. Yang tak berkenan, silakan skip, ya! Thanks. *** Pagi hari, mungkin terlalu pagi, aku terbangun dengan sedikit terkejut karena kondisi yang berbeda. Tanpa pakaian, tetapi tetap hangat karena berada dalam pelukan Rama dan balutan selimut. Aku menyingkirkan tangan Rama yang berat, menggesernya ke samping dengan perlahan agar dia tidak terbangun. Segera aku melakukan rutinitas pagi lebih awal dari biasanya. Bahkan fajar pun belum menyingsing. Tepat saat aku keluar dari kamar mandi dalam keadaan bersih dan segar, Rama sudah bangun dalam kondisi duduk menyandar di tumpukan bantal. "Pagi, Cantik!" godanya dengan tatapan kagum, mengamatiku dari atas hingga bawah. Senyuman nakal mengembang di bibirnya, membuatku ingin melemparka

