Note: Chapter ini mengandung konten dewasa. Silakan skip bila tidak berkenan. Thanks. *** Pernikahanku dan Rama berjalan dengan khidmat. Hanya keluarga Rama dan teman dekat yang diundang. Tentunya dari pihak Rama saja karena sikap papa dan mama membuatku urung mengundang keluarga. Papa mengatakan merestui pernikahanku, tapi beliau tidak menghadiri pernikahanku karena mama. Saat ini, kami berdua tengah berada di hotel tempat berlangsungnya pesta kecil yang kami gelar. Walaupun tak banyak tamu, namun pesta ini cukup membuatku lelah berdiri. Aku menatap Rama yang terlihat begitu serius berdiskusi dengan Ardi. Entah tentang apa. Mungkin mereka merencanakan sebuah bisnis. "Sinta, selamat, ya!" ujar Rania yang tetap menyempatkan datang walaupun kondisinya kurang enak badan. "Makasih, Ra!

