Jose mengayun langkahnya meninggalkan komplek perkantoran tempatnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermacam spekulasi usaha dan rencana-rencana besar yang selalu mengejar otaknya. Sebuah mobil mewah favoritenya menunggu di parkiran. Seorang perempuan cantik dan berpenampilan sangat modis berjalan cepat mengejarnya. “Maaf, Sir. Saya hanya mengingatkan, bahwa siang ini anda punya jadwal untuk ke butik,” Roza bicara sedikit terengah ketika dia sampai di dekat Jose. “Butik?” Jose mengerutkan dahinya, sedikit bingung mengingat selama ini dia tak pernah berurusan dengan butik. Kalaupun urusan baju, dia punya langganan sebuah distro yang lumayan memuaskan seleranya dalam berfashion. “Anda harus fitting baju, Mister.” Kebingungan Jose buyar begitu Roza menyebutkan kalimat fitting.

