Agatha mengerutkan kening, Azka benar-benar tertidur? Jadi buat apa ia di tahan kalau ujung ujungnya di tinggal tidur oleh cowok itu? Huh, menyebalkan. Cewek itu mengamati wajah Azka yang tidak tertutup tangan. Sumpah dia bingung sekali dengan jalan pikiran kakak kelasnya ini. Baru kali ini Agatha di buat berpikir keras hanya untuk menebak isi hati cowok.
Jika di lihat dari dekat seperti ini, Azka memang sangat tampan. Agatha harus mengakui hal itu, namun sayang sikap Azka sangat berbanding terbalik dengan wajahnya. Cuek dan dinginnya tidak terlalu Agatha sukai. Di antara teman teman Azka, hanya Dion yang Agatha sukai, mulai dari wajah sampai sikap pun cowok itu sepertinya tidak ada kekurangan. Meski cuek, tapi Dion bisa agak lebih lembuat dan tidak seirit bicara Daniel dan Azka. Tapi melihat Azka tertidur membuat Agatha berharap suatu saat nanti sikap Azka bisa berubah seperti saat mukanya tertidur seperti sekarang. Terlihat baik dan tidak ada kerutan halus di tengah tengah alisnya yang selalu di tampilkan pada wajah cowok itu ketika dia membuka mata.
“Udah puas ngeliatin gue?” Azka membuka mata.
Agatha terlonjak kaget, wajah cewek itu sudah memanas menahan malu, salah tingkah. Ia mengira Azka sudah benar benar tertidur.
Aish! Agatha tertangkap basah lagi sedang memperhatikan Azka!
Azka masih menatap Agatha. “Em, itu kak ada sesuatu di muka kakak.” Semoga saja Azka percaya dengan omongannya. Kedua tangan Agatha saling meremas satu sama lain.
“Ada apa?”
Mampus gue!
“Ad-ada kegantengan kakak yang kelewatan, bisa di mundurin lagi gak hehehe.” Oke sekarang jawabanya mulai ngawur. Bagus Agatha lo keliatan kayak orang b**o, batin Agatha. Kolam mana kolam, Agatha ingin tenggelam saja sekarang.
Agatha menggaruk kepalanya yang tak gatal. Benar ‘kan dia salah jawab. Cewek itu melihat Azka masih tidak menunjukan ekspresi apapun. Wajahnya tetap datar. Nyesel dia sudah membuat lelucon. Salah besar jika ingin membuat Azka tertawa hanya dengan gombalan recehnya.
”Sini duduk.” Dengan cepat Agatha menengok Azka.
”Hah?” Tidak salah dengar dia? Agatha mengedipkan mata dua kali.
Azka bangkit dari tidur, mengubah posisi menjadi duduk. Sementara tangan cowok itu menberi aba-aban agar Agatha duduk di sebelah Azka. Dengan ragu Agatha duduk di sana.
Agatha melirik Azka yang ternyata sedang melihatnya. Blush. pipinya bersemu merah kembali. Hanya dengan ditatap seperti itu saja dia bisa salah tingkah?
Tiba-tiba wajah Azka maju mendekati Agatha. Semakin mendekat, sampai-sampai jarak di antara mereka hanya terpaut beberapa centi meter saja. Agatha menahan nafas. Oksigen di sekitar serasa susah dia hirup karena jantung cewek itu seolah berhenti mendadak. Sangat dekat. Agatha melihat tatapan Azka turun ke bibir Agatha, lalu naik ke hidung sampai berhenti di manik mata coklat itu membuat Agatha tak bisa berkutik.
Mereka saling bertatapan cukup lama, sampai Azka mengeluarkan suaranya.
“Lucu, boleh gue culik?” Tak ada ekspresi lebih saat Azka mengatakan hal itu. Ia memundurkan wajahnya kembali seperti semula.
Perut Agatha seperti ada yang berterbangan dan Sesa Tolong jantung Agatha tidak aman! Rasanya dia ingin teriak sekarang! AAA! Kak Azka kenapa sih selalu membuat jantung Agatha tidak aman dan sekarang jantung Agatha sudah mati rasa!
Salah satu sudut bibir Azka sedikit terangkat. “Nafas.” Azka menjentikkan jari ke wajah Agatha.
Seperti sebuah perintah untuknya, Agatha benar benar mengambil nafas dalam dalam. Dengan reflek Agatha menutup wajahnya dengan kedua tangan, berusaha menutupi wajahnya yang sudah merah padam. Dia bangkit dari duduk dan langsung pergi begitu saja dari rooftop tanpa memperdulikan respon Azka sekarang.
AAAA! JANTUNG GUE!
Agatha memegang dadanya yang berdegup dengan kencang. Astaga! Astaga! Agatha khawatir jantung sudah tidak aman lagi! Apakah dia harus ke dokter jantung?
***
Selesai membersihkan badan dan memakai pakaian, Agatha menuju meja belajar. Besok dia akan ada ulangan harian, namun Agatha sudah belajar dari sehari yang lalu. Akhirnya dia memutuskan untuuk mengulang materi saja dan mengerjakan beberapa soal agar melatih pengetahuannya. Sehabis itu dia harus mengerjakan soal soal olimpiade yang telah Azka berikan lewat pesan di ponsel. Mata Agatha mulai fokus pada tulisan tulisan itu.
Waktu terus berjalan sangat cepat sampai tiba-tiba Agatha merasakan punggung dan matanya sudah mulai sakit. Dia melirik jam di dinding. Sontak cewek itu melotot ketika melihat angka jarum pendek di dinding berada di angka satu. Sudah larut malam saja padahal baru saja dia merasa seperti baru lima belas menit, tapi kenyataanya dia sudah duduk dengan posisi konstan selama lebih dari empat jam. Agatha merasa sudah cuku belajarnya, ia menutup buku dan menaruh di laci meja. Ia bergegas mendatangi tempat tidur yang sudah memanggil-manggil dirinya untuk segera di tiduri. Agatha bersandar di kepala ranjang, merebahkan diri sejenak sambil membuka sosial media. Aplikasi yang pertama ia kunjungi adalah i********:. Agatha menscrol ke bawah beranda mulai melihat foto foto temannya yang baru saja di posting. Tunggu dulu, jari Agatha berhenti menscroll kala melihat foto Frenya bersama dengan Azka, namun dia tak menandai Azka.
Ngomong-ngomong soal Azka, Agatha jadi teringat kejadian tadi sore. Seketika pipi Agatha bersemu kembali. Tanpa sadar jari-jari cewek itu bergerak mencari nama Azka di pertemanan Frenya dan dapat. Ia mengklik nama Azka disana.
Agatha mendesah kecewa. Akun Azka ternyata di privat oleh pemiliknya. Sebentar, alis Agatha bertautan. Azka sama sekali tidak memposting foto di feeds instagramnya? Di sana postingan i********: tertulis angka nol. Huh, mau heran tapi ini Azka.
Dia tak menemukan informasi sama sekali, lebih baik dia membuka aplikasi t****k di ponselnya.
***
"WOY!! DIRAA!! LO DIMANA?! LIMA MENIT LAGI MASUK GILAA!!
Suara nyaring dari ponsel Agatha membuat sang pemilik melotot kaget. Rasa kantuk yang dia rasakan sirna begitu saja ketika melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit.
MAMPUS GUE!
Agatha berlari menuju kamar mandi. Mandi dengan asal, yang penting dia haru bersiap-siap secepat mungkin. Mati sudah! Masih ingat kan kalau di sekolah Agatha tidak boleh sampai telat? Dia sekali telat! Ingin sekali Agatha tidak masuk sekolah, tapi dia ingat nanti ada ulangan harian, dia tidak boleh sampai kelewatan.
***
Mobil yang di bawa Agatha mulai melintas di jalan yang sudah mulai ramai. Jam sudah menunjukkan tujuh lewat lima yang berarti lima belas menit lagi pintu gerbang sekolah akan di tutup dan jika sudah di tutup maka tidak boleh ada yang masuk lagi, bagi yang telat di jam segitu terpaksa harus pulang lagi dan Agatha tidak mau, jika itu terjadi maka tamatlah riwayatnya. Ulangan susulan akan lebi tidak mengenakkan.
Agatha menaikan kecepatanya sedikit. Berusaha membelah kota jakarta itu. Di depan sana lumayan macet oleh kendaraan beroda empat sama sepertinya. Ya, Beginilah jika kesiangan. Pasti akan sangat banyak mobil yang memenuhi jalanan sama seperti sekarang. Para pekerja maupun para anak sekolah tengah memadati jalanan.