“Jadi, ini tempat tinggal Ibu?” “Iya. Sebenarnya baru sepuluh tahun terakhir. Dulu kami berpindah-pindah tempat karena tidak punya cukup uang untuk membeli rumah.” Ada awan gelap yang menggantung di kedua mata Dian. Izza menepuk-nepuk bahu ibunya sambil tersenyum. Dia tidak sanggup membayangkan sepahit apa jalan hidup Dian dan Nisa selama ini. Ayah yang tidak bertanggung jawab membuat keluarga Izza menderita. Uang ternyata lebih menyilaukan dibandingkan kebahagiaan keluarga. Izza tidak tahu harus bereaksi bagaimana mengenai sikap pria yang seharusnya menafkahi keluarga itu. Judi dan minuman keras telah membutakan Sang Ayah. Dia menganiaya Dian dan anak-anaknya sampai mereka terpaksa kabur. Sayang, Dian sempat lengah dan Izza menjadi korban. Ayahnya berniat menjual Izza, tetapi entah ba

