“Mas bisa menemani kalau kamu mau,” ujar Sean saat Izza mengantarnya sampai ruang tunggu rumah sakit. Tawaran yang Sean lontarkan itu membuat Izza tersenyum. Jadi, Sean masih belum mau berpisah dengan masa lalunya. Izza yakin kalau alasan Sean tinggal bukan untuk menemaninya, melainkan ingin melihat Nisa lebih lama. Ketika sadar sedang suuzan pada suaminya, Izza mulai beristigfar. Dia menggelengkan kepala kuat-kuat untuk menepis semua bisikan jahat setan. Meski begitu, dia tetap berpikiran yang tidak-tidak. Coba saja kalian bayangkan bagaimana perasaan Izza? Dia baru saja menikah dan mengetahui kenyataan kalau Sang Suami menyukai kakaknya. Miris sekali, bukan? Beruntung tadi Dian menolak ajakan Sean untuk tinggal bersama. Mungkin jika nanti Izza sudah cukup yakin dengan hatinya, dia bis

