34. Mau Berpisah?

1696 Kata

“Jadi, kamu mau melepas Sean demi kakakmu?” Kalimat Dian meninggalkan rasa sesak di hati Izza, padahal dialah yang memancing ibunya. Separuh hatinya tidak bisa menerima hal itu. Namun, ada yang mendorongnya untuk menganggukkan kepala. “Ibu ngomong apa, sih? Bagaimana bisa Ibu menanyakan hal seperti itu?” protes Nisa. Wanita berparas cantik memberi tatapan tajam pada Sang Ibu. Seharusnya Dian tidak melontarkan pertanyaan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di antara dirinya dan Izza. Meski pada kenyataannya, mereka sudah terjerumus pada titik itu. Mulut Izza ingin mengatakan sesuatu, tetapi urung, tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya. Dia memperhatikan kedua wanita yang saling tatap di hadapannya. Mengapa mereka bisa terjebak dalam situasi seperti ini. Ternyata masalah cinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN