Jantung Sean seakan berhenti sejenak. Kemudian, dia mulai merasakan detaknya yang memekakkan telinga. Kedua matanya sudah membesar sempurna, tetapi dia bahkan tidak dapat melihat apa pun sekarang. Sejak Izza meminta izin untuk meninggalkan rumah tadi, Sean sudah memiliki firasat buruk. Sejujurnya, dia ingin sekali mengikuti Izza. Dia berpikir jika Izza mungkin saja akan menemui kakak angkatnya, Faris. Tidak terpikir kalau Izza malah memutuskan untuk mengunjungi rumah ibu kandungnya. Masalah yang memenuhi kepala pria itu membuatnya lupa kalau Izza punya tempat lain untuk dituju. Mengapa Sean tidak memikirkan kemungkinan itu. Sekarang, setelah apa yang dikatakan oleh Izza, Sean merasa lebih takut. Apa saja yang telah Izza katakan pada Dian? Apa dia juga berbicara pada Nisa? Apa yang merek

