16. Kenangan

1326 Kata

“Sepertinya kamu sangat mengkhawatirkan Mami, ya? Makasih sudah khawatir sama Mami.” Sean tersenyum kikuk. Dia melirik Izza yang duduk sambil bermain gawai. Wanita itu tampak tidak memedulikan ucapan Mami. Wajahnya juga tidak secerah biasa. Izza memang tidak banyak bicara pada Sean sejak beberapa hari belakangan, tetapi semalam mereka sudah mulai berbaikan. Atau hanya Sean yang berasumsi begitu? Seberapa keras Sean memikirkan penyebab perubahan sikap Izza, dia tidak menemukan. Tadi malam Izza sudah tidur sewaktu dia kembali, lalu paginya sudah menghilang. Dia bahkan tidak sempat menceritakan tentang Nadia.  Tidak! Apa kamu yakin akan menceritakan masalah Nadia pada Izza? Sekarang? Batin Sean memberontak. Sebelum menikah, dia sudah mempersiapkan diri. Dia sungguh berniat membuka masa la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN