Sean yakin kalau lama-lama matanya akan sakit. Berulang kali dia melirik layar gawai Izza yang menampilkan foto Faris. Lalu, pandangannya beralih ke pintu kamar mandi yang tertutup, di mana Izza berada. Tangan pria itu terasa gatal. Kenapa Faris menelepon Izza tengah malam begini? Hal penting apa yang membuat kakak iparnya itu mengganggu istirahat Izza? Kenapa tidak menunggu sampai mentari menyapa? Faris semestinya memahami sopan santun. Meski Izza adalah adiknya, sekarang dia masih pengantin baru. Apa Faris sengaja mengganggu? “Apa maunya Faris itu? Dia terus saja menghubungi Izza, padahal dia tahu kalau kami masih dalam suasana bulan madu,” gerutu Sean. “Seharusnya aku mengajak Izza bulan madu sekalian, supaya tidak ada yang mengganggu kami.” “Memangnya Izza mau? Sekarang saja dia m

