Kamar Izza dihias dengan sangat sempurna. Wanita itu sampai tidak mengenali ruangan yang selama ini menjadi tempat rahasianya. Di setiap sudut ada bunga-bunga mawar putih yang tersusun rapi dalam vas cantik. Gordennya juga diganti dengan model berenda-renda. Kedua mata Izza tidak berkedip menatap tempat tidurnya yang bertabur kelopak mawar putih. Semerbak wangi bunga memenuhi indra penciuman Izza. Dia tidak tahu siapa yang memiliki ide ini. Sebelum acara digelar, dia sudah berpesan agar tidak berlebihan. Nyatanya, Mami tidak pernah benar-benar mendengarkan permintaan Izza. Lihat saja baju pernikahannya, yang kata Mami, sederhana. Semua payet dan bordir menghiasi hampir seluruh bagian baju. Belum lagi jilbabnya yang ditambahi selendang panjang. Kepala Izza sempat berputar saat pertama k

